14 Sep 2010

istiana fadilah (laskar 19) “cerita inspirasi 2”

Author: istiana.fadilah10 | Filed under: Academic

Aku mengenalnya sebagai seorang teman sekaligus inspirator hidup. Namanya Acep. Aku mengenalnya saat kelas tiga SMA. Sekarang dia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

Dia sangat menginspirasiku karena niat dan tekadnya yang sangat kuat. Setahuku, dia yang paling tidak aktif datang ke kantor BK untuk mencari informasi tentang perguruan tinggi. Dia bilang, dia sudah sangat mantap untuk melanjutkan pendidikannya di STAN.

Saat itu, aku sempat meragukan keyakinannya. Karena, dia sama sekali tidak mencoba peluang untuk mendaftar ke perguruan tinggi lain. Bahkan saat mendekati hari tes STAN, dia mengaku tidak terlalu banyak belajar. Dia hanya belajar seperlunya dan rajin berdo’a.

Saat pengumuman penerimaan, ternyata dia masuk di jurusan pilihannya di STAN. Aku senang mendengar berita itu, apalagi, ternyata keyakinannya selama ini terbukti benar.

Cita-citanya bias terwujud tidak hanya karena porsi belajar yang pas dan do’a yang cukup, tapi juga perlu keyakinan yang penuh. Sehingga kita bias mantap untuk menjalani sesuatu atau untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

14 Sep 2010

istiana fadilah (laskar 19) “cerita inspirasi 1”

Author: istiana.fadilah10 | Filed under: Academic

Aku hanya ingin membagi sedikit kisahku. Tentang kekuatan do’a yang bisa membantumu keluar dari permasalahan. Hal ini sudah terjadi lebih dari sekali. Tapi hal yang paling berkesan adalah saat aku menjalani UTS matrikulasi kimia kemarin.

Aku sudah cukup yakin dengan metode belajar yang aku terapkan. Aku sih PD saja saat mengerjakan soal-soal yang cukup rumit itu. Aku sudah cukup yakin dengan hasil yang aku dapatkan sebelum ada seorang teman yang memberitahuku tentang kesalahan besar yang sudah aku lakukan.

Kata teman-temanku, jika menggunakan penghapus pulpen atau tip-x bisa mengurangi nilai yang seharusnya bisa aku dapatkan. Aku cukup kalut saat itu. Aku bienar-benar nggak tahu harus berbuat apa. Percuma saja aku sudah mengerjakan dengan susah payah jika akhirnya nilaiku akan berkurang hanya karena kesalahan bodoh yang sudah aku lakukan.

Aku hanya bisa berdo’a saat itu. Aku sudah berusaha semampuku untuk mendapatkan yang terbaik. Masalah hasilnya, aku serahkan sepenuhnya pada Tuhan.

Saat hari pengumuman nilai, tubuhku mendadak gemetar. Keringat dingin mengalir deras di dahiku. Aku cukup terkejut saat melihat nilai yang tertulis di lebar jawabanku. Tidak terlalu besar memang. Tapi saat tahu nilaiku adalah yang tertinggi di kelas benar-benar membuatku bahagia setengah mati.

Terima kasih atas segalanya. Apapun yang aku lakukan, semua hasilnya adalah keputusanMu. Dan aku serahkan sepenuhnya hanya padaMu.

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme